Cara Alami Menghilangkan Panu Di Wajah


Panu termasuk jenis penyakit yang diakibatkan oleh infeksi jamur yang menyerang permukaan kulit. Prosesnya dimulai saat keringat terbentuk, yang jika tidak segera dikeringkan, akan menjadi tempat yang subur bagi tumbuhnya jamur. Dalam artian lain, panu lebih mudah menyerang orang yang sering berkeringat. 
Meskipun panu termasuk penyakit yang ringan, namun kondisi ini bisa menjadi sangat mengganggu, terlebih saat terjadi di wajah. Warnanya yang terlihat berbeda dengan warna dasar kulit menciptakan wajah yang terkesan tidak terurus. Semakin menjadi saat panu ini disertai rasa gatal.

CARA ALAMI MENGHILANGKAN PANU DI WAJAH

Umumnya, panu bisa dihilangkan dengan menggunakan obat oles atau salep yang ada di apotik. Namun karena pertimbangan efek samping, di mana tidak semua kulit cocok dengan bahan kimia, maka kami lebih merekomendasikan kamu untuk menggunakan metode yang alami. 
Seperti apakah caranya? Yuk disimak!

Lidah Buaya

Kandungan gel yang ada dalam tanaman lidah buaya memiliki sifat anti bakteri dan jamur sekaligus sifat relaksasi pada kulit. Untuk mengatasi panu di wajah, ambil 1 lembar daun lidah buaya, kemudian belah lapisan luarnya dan ambil gel di dalamnya. Nah, gel inilah yang kemudian dioleskan pada area wajah yang memiliki panu. Saat dioleskan, kamu akan merasakan sensasi dingin dan segar pada kulit.  Biarkan selama 1 hingga 2 jam, kemudian bilas bersih. Agar bisa mendapatkan hasil yang optimal, terapkan metode ini pada pagi dan malam hari sebelum tidur.

Minyak Kelapa

Minyak kelapa memiliki kandungan yang membantu tubuh bisa lebih resisten terhadap virus dan jamur, termasuk jamur jenis malassezia yang memicu terbentuknya panu di wajah. Bukan hanya itu, adanya kandungan asam lemak di dalam minyak kelapa juga membantu untuk menghentikan pertumbuhan jamur tersebut. Untuk pengaplikasiannya, cukup oleskan minyak kelapa ke area wajah yang memiliki panu, lalu diamkan hingga kering.

Yoghurt

Cara alami menghilangkan panu di wajah selanjutnya adalah dengan menggunakan yoghurt. Yoghurt itu sendiri merupakan hasil fermentasi susu yang memanfaatkan bakteri baik. Nah, bakteri baik inilah yang kemudian dijadikan “alat” untuk melawan sekaligus menghentikan pertumbuhan jamur penyebab panu di kulit. Tidak sampai di situ, karena yoghurt juga memiliki khasiat yang mampu membersihkan sel-sel kulit mati di wajah dan membantu peremajaan kulit.
Cara penggunaannya sangat mudah, cukup dengan mengoleskan yoghurt langsung ke kulit yang terdampak panu, kemudian diamkan hingga kering. Untuk hasil yang lebih maksimal, kamu bisa menyertainya lewat perawatan internal dengan mengonsumsi yoghurt itu sendiri.

Cuka

Cuka memiliki sejumlah kandungan yang bersifat anti mikroba yang teruji secara klinis mampu mengontrol pertumbuhan jamur penyebab panu. Caranya dengan mencampur 1 sdm cuka dengan 1 sdm air hangat. Oleskan dengan menggunakan kapas atau cotton bud ke area yang memiliki panu. Diamkan selama 15 menit yang dilanjutkan dengan membilas menggunakan air hangat. Sebagai catatan, metode ini mungkin akan menimbulkan rasa perih untuk kulit yang berjenis sensitif atau kulit dengan luka terbuka.

Belimbing Wulu

Banyak yang meremehkan buah yang satu ini. Padahal, belimbing wulu memiliki khasiat yang luar biasa bagi tubuh lewat kandungan tanin, glukosid, asam format, kalsium, saponin, peroksida, kalium sitrat, oksalat, hingga sulfur. Dengan demikian, tentu saja belimbing wulu memiliki sifat anti bakteri yang bisa dimanfaatkan untuk mengatasi panu di wajah. Caranya dengan memotong belimbing wulu menjadi 4 bagian, kemudian usap-usapkan potongan belimbing wulu tersebut ke area yang terdampak panu selama 5 menit.

Minyak Lavender

Terakhir, ada minyak lavender yang bisa kamu coba. Dengan sifat anti jamur dan anti bakteri yang dimilikinya, menjadikan minyak lavender efektif untuk menghilangkan panu di wajah. Cukup dengan mengoleskannya ke kulit yang terinfeksi panu 2 kali sehari, dan biarkan hingga kering.
***
Terlepas dari kemudahan serta biaya yang murah dari cara alami menghilangkan panu di wajah yang kami berikan ini, namun tetap saja dibutuhkan ketekunan dan kedisiplinan dalam pengaplikasiannya. Hasilnya sendiri tergolong bervariasi, namun umumnya sudah menunjukkan perbedaan dalam 2 minggu. Jadi, selamat mencoba!

Artikel Terkait